JEJAK PETUALANG

January 1, 2009

Tahun Baru

Filed under: Cerita

Tahun baru, Hari baru, Hidup baru, semangat baru….. tapi ada juga pesan singkat dari temanku: pacar jangan baru  yaaaa (bisa jadi jomblo abadi nih  gua emoticon

 

December 31, 2008

Detik Kelabu

Filed under: Cerita

Hari terakhir di tahun ini  kuhabiskan di kantor. Sedih juga tidak bisa mewujudkan rencanaku sebelumnya menikmati malam tahun baru dengan berdoa di gereja. Teringat akan ungkapan UCAPAN ADALAH DOA aku jadi sadar kita tidak harus berdoa di Gereja(TUHAN ada dimana mana). Dalam hati aku hanya bisa berucap: Terpujilah Engkau Tuhan Raja Semesta Alam atas semua karunia yg engkau berikan di tahun ini. Terima kasih atas suka dan duka yg kualami untuk semua rejeki yang kau berikan,untuk keluarga yang selalu bersama ku, untuk sahabat-sahabat yang setia menemaniku, untuk alam raya ini. Untuk sahabat-sahabat ku, maapin ane kl selama ini ane ada berbuat salah. Kalian semua selalu dihati ku. Semoga ditahun baru nanti kulo akan membuat yg lebih baik lagi buat kalian semua. Akhirnya Tuhan di tahun baru nanti saya menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.BUKAN KEHENDAKKU TUHAN MELAINKAN KEHENDAK MU TERJADI LAH……AMIN. Lumayan sih ada ada kerjaan dikit di kantor pas malam tahun baru jadi g bosan aj, apalagi dibawain kue ama minuman sama si bos( walaupun kurang banyak makanannya :p ). Menunggu detik-detik pergantian tahun sambil nonton tipi. Aghhhhhh bosan banget…

Akhirnya tahun pun berubahhhh….( selamat tahun baruuuuuuuuu) 

December 20, 2008

Malam yg indah

Filed under: Cerita

mungkin banyak yg ingin kutulis… tapi mungkin juga begitu susah untuk menggungkapkannya, jadi sepenggal kalimat ini yang bisa mewakili segalanya. SUNGGUH MALAM YANG INDAH

December 5, 2007

LONCENG LONCENG KUIL

Filed under: Cerita

 

 

Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai.
Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap orang yang mendengarkannya terpesona.

Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga kuil bersama dengan lonceng-loncengNya. Menurut cerita turun-temurun lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi. tanpa henti, dan dapat didengar oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tergerak oleh cerita ini, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ia duduk di pantai, berhadapan dengan tempat di mana kuil itu pernah berdiri, dan mendengarkan - mendengarkan dengan penuh perhatian. Tetapi yang didengarnya hanyalah suara gelombang laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan suara gelombang itu supaya dapat mendengar bunyi lonceng. Namun sia-sia. Suara laut rupanya memenuhi alam raya.

Ia bertahan sampai berminggu-minggu. Ketika semangatnya mengendor, ia mendengarkan orang tua-tua di kampung. Dengan terharu mereka menceritakan kisah seribu lonceng dan kisah tentang mereka yang telah mendengarnya. Dengan demikian ia semakin yakin bahwa kisah itu memang benar. Dan semangatnya berkobar lagi, apabila mendengar kata-kata mereka … tetapi kemudian ia kecewa lagi, kalau usahanya selama berminggu-minggu ternyata tidak menghasilkan apa-apa.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri usahanya. Barangkali ia tidak ditakdirkan menjadi salah seorang yang beruntung dapat mendengar bunyi lonceng-lonceng kuil itu. Mungkin juga legenda itu hanya omong kosong saja. Lebih baik pulang saja dan mengakui kegagalan, demikian pikirnya. Pada hari terakhir ia duduk di pantai pada tempat yang paling disayanginya. Ia berpamitan kepada laut, langit, angin serta pohon-pohon kelapa. Ia berbaring di atas pasir, memandang langit, mendengarkan suara laut. Pada hari itu ia tidak berusaha menutup telinganya terhadap suara laut, melainkan menyerahkan dirinya sendiri kepadanya. Dan ia pun menemukan suara yang lembut dan menyegarkan di dalam gelora gelombang laut. Segera ia begitu tenggelam dalam suara itu, sehingga ia hampir tidak menyadari dirinya lagi. Begitu dalam keheningan yang ditimbulkan suara gelombang dalam hatinya.

Di dasar keheningan itu, ia mendengarnya! Dentang bunyi satu lonceng disambut oleh yang lain, oleh yang lain lagi dan oleh yang lain lagi … dan akhirnya seribu lonceng dari kuil itu berdentangan dengan satu melodi yang agung berpadu. Dalam hatinya meluap rasa kagum dan gembira.

Jika engkau ingin mendengar lonceng-lonceng kuil, dengarkanlah suara laut.

Jika engkau ingin melihat Tuhan, pandanglah ciptaan dengan penuh perhatian. Jangan menolaknya, jangan memikirkannya. Pandanglah saja.

November 29, 2007

AKU ADALAH AKU

Filed under: Cerita


 

AKU ADALAH AKU

BIARLAH ….
YANG ASAL MENJADI AKARNYA
POHON TETAP ADALAH POHON
DAN…
AKU ADALAH AKU
YANG TERCIPTA DARI DARAH DAN DAGING
…DARI NAFAS DAN HATI
…DARI JIWA DAN ASA
KARENA KEMURAHAN ILAHI

KU BERANJAK KARENA NIATKU
KU BERLAYAR KARENA GIGIHKU
BIARLAH ANGIN DAN MENTARI
MENGHEMPASKU…
MENGGODAKU…
NAMUN
AKU ADALAH GAMBARAN CIPTA-KU
DAN AKU TETAP BERJALAN
DALAM TAPAK-TAPAK JUANG
DALAM JEJAK-JEJAK DERITA
DAN DALAM BINGKAI KEBAIKAN

BIARLAH…
DUNIA TETAP MENGGERUTU
NAMUN
AKU TETAP MEMPERTAHANKAN
DERU NAFASKU
DARI IBLIS DAN DARI DOSA
BIARLAH…
MEREKA MENCACI MAKI LANGKAHKU
NAMUN AKU TETAP BERTOPANG PADA SATU YANG ILAHI
BIARLAH…
ALGOJO MENYIKSA RAGA PENUH BILUR
NAMUN…
AKU TETAP MENATAP WAJAH SANG KHALIK
MENJALIN SATU IMAN YANG SUCI

AKU ADALAH AKU

BAUR SEGALA SIFAT DUNIA
GAMBARAN KASIH SEMESTA KUASA
DAN…
SOSOK YANG TERUS BERJUANG
MENEMPUH SAMUDRA
MEMBELAH DOSA
TUK MENGARAH PADA SATU YANG KEKAL
WALAU PELUH DARAH MENGUCUR

AKU ADALAH AKU

DIA

Filed under: Cerita

            Berdoalah Senantiasa

            Banyak cerita ingin kusampaikan pada Dia

            Cerita tentang hariku

            Cerita tentang kesedihan maupun kesenanganku

            Aku bertanya pada langit tentang Dia

            “Pencipta matahari dan bintang!”sahutnya

            Lalu kudengarkan cerita tanah,ibu bumi

            Cerita tentang Dia yang memberi benih untuk menumbuhkan tunas kecil

            Bahkan singa Sang penguasa hutan berkata

            “Dia yang memberi kami keberanian dan kekuatan.”

            Semua itu membuatku bingung

            Aku bertanya-tanya siapakah Dia

            WajahNya tak pernah kulihat

            SuaraNya tak pernah kudengar

            Tapi alam begitu mengagungkanNya

            Aku tidak tahu siapa Dia

            Yang aku tahu adalah

            Saat aku sedih Dia selalu menghiburku

            Saat aku kehilangan harapan Dia selalu memberiku semangat

            Bahkan di saat aku gembira Dia ikut gembira

            Meskipun aku tidak tahu tentang Dia

            Meski tidak bisa melihat ataupun mendengar suaraNya

            Tapi Dia selalu ada untukku dan selalu jadi sahabatku

            Karena itu Dia adalah yang terbaik bagiku

Hadiah Dari Sang Ayah

Filed under: Cerita
Seorang pemuda sebentar lagi akan di-wisuda, sebentar lagi dia akan
menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya.

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan… bukan sebuah kunci! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Alkitab yang bersampulkan kulit asli, di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan Alkitab ini untukku? " Lalu dia membanting Alkitab itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu. Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu.

Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat men-dendam. Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu.

Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelek terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Alkitab itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Alkitab itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Alkitab itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, "Dan kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, bagaimana Bapa-mu yang di sorga akan memberikan apa yang kamu minta kepada-Nya?"

Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Alkitab itu. Dia memungutnya… sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan!

Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu,dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu. Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun,dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam.Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto,foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati……..

Penyesalan selalu datang terlambat…..

BELAJAR DARI SEEKOR KEDELAI

Filed under: Cerita

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan
itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani
memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga
perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk
menolong si keledai.
Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka
membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke sumur.
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia
menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena
si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan kedalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu,segala
macam tanah dan kotoran.
Cara untuk keluar dari ’sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah
dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita ) dan melangkah naik dari ’sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang,jangan pernah menyerah !
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharaplah lebih sedikit
6. Tersenyumlah
7. Miliki teman

Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku
meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.

November 21, 2007

Sekedar Kata Tak Berarti

Filed under: Cerita

 

AKU ADA

Ketika engkau sedang sedih

Menyesali masa lalu mu

Dan memikirkan masa depan

 

Aku berfirman

“NamaKu adalah Aku Ada”

 

Bila hidupmu hanya mmikirkan masa lampau

Dengan kesalahan-kesalahannya dan penyesalan-penyesalan

Semua itu tidak ada gunanya

Aku tidak ada disana

NamaKu bukan “ Dulu Aku Ada ”

 

Bila hidupmu hanya memikirkan masa depan

Dengan segala permasalahan yang tidak menentu

Dan rasa takut serta cemas yang mendalam, itu pun sia-sia

 

Aku tidak ada disana

NamaKu bukan “ Aku Akan Ada ”

 

Bila sekarang hidupmu

Memikirkan hal-hal yang terjadi hari ini

Dan percaya kepadaKU

Sungguh indah sekali

 

Aku ada di sini

NamaKu adalah “ AKU ADA ”

NamaKu adalah “ AKU PASTI SELALU ADA”

Jangan khawatir…………






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M