Tahun Baru
Tahun baru, Hari baru, Hidup baru, semangat baru….. tapi ada juga pesan singkat dari temanku: pacar jangan baru yaaaa (bisa jadi jomblo abadi nih gua
)
Tahun baru, Hari baru, Hidup baru, semangat baru….. tapi ada juga pesan singkat dari temanku: pacar jangan baru yaaaa (bisa jadi jomblo abadi nih gua
)
Hari terakhir di tahun ini kuhabiskan di kantor. Sedih juga tidak bisa mewujudkan rencanaku sebelumnya menikmati malam tahun baru dengan berdoa di gereja. Teringat akan ungkapan UCAPAN ADALAH DOA aku jadi sadar kita tidak harus berdoa di Gereja(TUHAN ada dimana mana). Dalam hati aku hanya bisa berucap: Terpujilah Engkau Tuhan Raja Semesta Alam atas semua karunia yg engkau berikan di tahun ini. Terima kasih atas suka dan duka yg kualami untuk semua rejeki yang kau berikan,untuk keluarga yang selalu bersama ku, untuk sahabat-sahabat yang setia menemaniku, untuk alam raya ini. Untuk sahabat-sahabat ku, maapin ane kl selama ini ane ada berbuat salah. Kalian semua selalu dihati ku. Semoga ditahun baru nanti kulo akan membuat yg lebih baik lagi buat kalian semua. Akhirnya Tuhan di tahun baru nanti saya menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.BUKAN KEHENDAKKU TUHAN MELAINKAN KEHENDAK MU TERJADI LAH……AMIN. Lumayan sih ada ada kerjaan dikit di kantor pas malam tahun baru jadi g bosan aj, apalagi dibawain kue ama minuman sama si bos( walaupun kurang banyak makanannya :p ). Menunggu detik-detik pergantian tahun sambil nonton tipi. Aghhhhhh bosan banget…
Akhirnya tahun pun berubahhhh….( selamat tahun baruuuuuuuuu)
mungkin banyak yg ingin kutulis… tapi mungkin juga begitu susah untuk menggungkapkannya, jadi sepenggal kalimat ini yang bisa mewakili segalanya. SUNGGUH MALAM YANG INDAH
Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai.
Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap orang yang mendengarkannya terpesona.
Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga kuil bersama dengan lonceng-loncengNya. Menurut cerita turun-temurun lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi. tanpa henti, dan dapat didengar oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tergerak oleh cerita ini, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ia duduk di pantai, berhadapan dengan tempat di mana kuil itu pernah berdiri, dan mendengarkan - mendengarkan dengan penuh perhatian. Tetapi yang didengarnya hanyalah suara gelombang laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan suara gelombang itu supaya dapat mendengar bunyi lonceng. Namun sia-sia. Suara laut rupanya memenuhi alam raya.
Ia bertahan sampai berminggu-minggu. Ketika semangatnya mengendor, ia mendengarkan orang tua-tua di kampung. Dengan terharu mereka menceritakan kisah seribu lonceng dan kisah tentang mereka yang telah mendengarnya. Dengan demikian ia semakin yakin bahwa kisah itu memang benar. Dan semangatnya berkobar lagi, apabila mendengar kata-kata mereka … tetapi kemudian ia kecewa lagi, kalau usahanya selama berminggu-minggu ternyata tidak menghasilkan apa-apa.
Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri usahanya. Barangkali ia tidak ditakdirkan menjadi salah seorang yang beruntung dapat mendengar bunyi lonceng-lonceng kuil itu. Mungkin juga legenda itu hanya omong kosong saja. Lebih baik pulang saja dan mengakui kegagalan, demikian pikirnya. Pada hari terakhir ia duduk di pantai pada tempat yang paling disayanginya. Ia berpamitan kepada laut, langit, angin serta pohon-pohon kelapa. Ia berbaring di atas pasir, memandang langit, mendengarkan suara laut. Pada hari itu ia tidak berusaha menutup telinganya terhadap suara laut, melainkan menyerahkan dirinya sendiri kepadanya. Dan ia pun menemukan suara yang lembut dan menyegarkan di dalam gelora gelombang laut. Segera ia begitu tenggelam dalam suara itu, sehingga ia hampir tidak menyadari dirinya lagi. Begitu dalam keheningan yang ditimbulkan suara gelombang dalam hatinya.
Di dasar keheningan itu, ia mendengarnya! Dentang bunyi satu lonceng disambut oleh yang lain, oleh yang lain lagi dan oleh yang lain lagi … dan akhirnya seribu lonceng dari kuil itu berdentangan dengan satu melodi yang agung berpadu. Dalam hatinya meluap rasa kagum dan gembira.
Jika engkau ingin mendengar lonceng-lonceng kuil, dengarkanlah suara laut.
Jika engkau ingin melihat Tuhan, pandanglah ciptaan dengan penuh perhatian. Jangan menolaknya, jangan memikirkannya. Pandanglah saja.
AKU ADALAH AKU
BIARLAH ….
YANG ASAL MENJADI AKARNYA
POHON TETAP ADALAH POHON
DAN…
AKU ADALAH AKU
YANG TERCIPTA DARI DARAH DAN DAGING
…DARI NAFAS DAN HATI
…DARI JIWA DAN ASA
KARENA KEMURAHAN ILAHI
KU BERANJAK KARENA NIATKU
KU BERLAYAR KARENA GIGIHKU
BIARLAH ANGIN DAN MENTARI
MENGHEMPASKU…
MENGGODAKU…
NAMUN
AKU ADALAH GAMBARAN CIPTA-KU
DAN AKU TETAP BERJALAN
DALAM TAPAK-TAPAK JUANG
DALAM JEJAK-JEJAK DERITA
DAN DALAM BINGKAI KEBAIKAN
BIARLAH…
DUNIA TETAP MENGGERUTU
NAMUN
AKU TETAP MEMPERTAHANKAN
DERU NAFASKU
DARI IBLIS DAN DARI DOSA
BIARLAH…
MEREKA MENCACI MAKI LANGKAHKU
NAMUN AKU TETAP BERTOPANG PADA SATU YANG ILAHI
BIARLAH…
ALGOJO MENYIKSA RAGA PENUH BILUR
NAMUN…
AKU TETAP MENATAP WAJAH SANG KHALIK
MENJALIN SATU IMAN YANG SUCI
AKU ADALAH AKU
BAUR SEGALA SIFAT DUNIA
GAMBARAN KASIH SEMESTA KUASA
DAN…
SOSOK YANG TERUS BERJUANG
MENEMPUH SAMUDRA
MEMBELAH DOSA
TUK MENGARAH PADA SATU YANG KEKAL
WALAU PELUH DARAH MENGUCUR
AKU ADALAH AKU

Banyak cerita ingin kusampaikan pada Dia
Cerita tentang hariku
Cerita tentang kesedihan maupun kesenanganku
Aku bertanya pada langit tentang Dia
“Pencipta matahari dan bintang!”sahutnya
Lalu kudengarkan cerita tanah,ibu bumi
Cerita tentang Dia yang memberi benih untuk menumbuhkan tunas kecil
Bahkan singa Sang penguasa hutan berkata
“Dia yang memberi kami keberanian dan kekuatan.”
Semua itu membuatku bingung
Aku bertanya-tanya siapakah Dia
WajahNya tak pernah kulihat
SuaraNya tak pernah kudengar
Tapi alam begitu mengagungkanNya
Aku tidak tahu siapa Dia
Yang aku tahu adalah
Saat aku sedih Dia selalu menghiburku
Saat aku kehilangan harapan Dia selalu memberiku semangat
Bahkan di saat aku gembira Dia ikut gembira
Meskipun aku tidak tahu tentang Dia
Meski tidak bisa melihat ataupun mendengar suaraNya
Tapi Dia selalu ada untukku dan selalu jadi sahabatku
Karena itu Dia adalah yang terbaik bagiku
Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan… bukan sebuah kunci! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Alkitab yang bersampulkan kulit asli, di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan Alkitab ini untukku? " Lalu dia membanting Alkitab itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu. Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu.
Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat men-dendam. Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu.
Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelek terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Alkitab itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Alkitab itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Alkitab itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, "Dan kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, bagaimana Bapa-mu yang di sorga akan memberikan apa yang kamu minta kepada-Nya?"
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Alkitab itu. Dia memungutnya… sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan!
Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu,dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu. Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun,dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam.Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto,foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati……..
Penyesalan selalu datang terlambat…..
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan
itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani
memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga
perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk
menolong si keledai.
Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka
membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke sumur.
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia
menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena
si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan kedalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu,segala
macam tanah dan kotoran.
Cara untuk keluar dari ’sumur’ (kesedihan, masalah, dsb) adalah
dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita ) dan melangkah naik dari ’sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang,jangan pernah menyerah !
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharaplah lebih sedikit
6. Tersenyumlah
7. Miliki teman
Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku
meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.
AKU ADA
Ketika engkau sedang sedih
Menyesali masa lalu mu
Dan memikirkan masa depan
Aku berfirman
“NamaKu adalah Aku Ada”
Bila hidupmu hanya mmikirkan masa lampau
Dengan kesalahan-kesalahannya dan penyesalan-penyesalan
Semua itu tidak ada gunanya
Aku tidak ada disana
NamaKu bukan “ Dulu Aku Ada ”
Bila hidupmu hanya memikirkan masa depan
Dengan segala permasalahan yang tidak menentu
Dan rasa takut serta cemas yang mendalam, itu pun sia-sia
Aku tidak ada disana
NamaKu bukan “ Aku Akan Ada ”
Bila sekarang hidupmu
Memikirkan hal-hal yang terjadi hari ini
Dan percaya kepadaKU
Sungguh indah sekali
Aku ada di sini
NamaKu adalah “ AKU ADA ”
NamaKu adalah “ AKU PASTI SELALU ADA”
Jangan khawatir…………
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M